Sabtu, 27 November 2010

Sejarah Musik Reggae

menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut "Burru"
yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut "talking drums" (drum yang
bicara) yang asli dari Africa Barat. "Jonkanoo" adalah musik budaya
campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum,
rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat
natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian
para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka
berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari
Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika
Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk
sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik
sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker,
scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada
tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang
menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati
sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya
disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing,
Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band
dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat "bop". Ska
kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian "skankin"
pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the
Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai
pencipta "ska". Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya
pada pertengahan 60an memunculkan "Rock Steady" yang punta tune bass
berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan
menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

Kamis, 25 November 2010

Pengalaman Dalam Berorganisasi

Pengalaman berorganisasi saya dimulai saat pertama SMA. Saat itu saya bergabung dengan suatu organisasi yang berbasis ilmiah dan ilmu alam. Alasan mengapa saya tertarik untuk ikut bergabung dengan organisasi itu sendiri awalnya karena paksaan ^^. heheh.., yah,, karena adanya pakasaan dari pihak sekolah yang mengharuskan setip siswa untuk bergabung dengan sedikitnya 1 organisasi. Maklum, visi SMA saya pada waktu itu : "Terdepan dalam Ekstra kulikuler dan Organisasi", jadi, mau ga mau harus dilaksakan, dan apabila ga dilaksanakan, maka murid yang bersangkutan akan kena sanksi.
Okeh,..
Terlepas dari paksaan yang ada, awalnya saya merasa aneh dengan organisasi tersebut, karena saya tergolong orang yang sulit ber-asimilasi dengan orang lain yang baru dikenal.
Alasan lain mengapa saya tertarik untuk bergabung dengan organisasi tersebut, karena saya senang dengan semua yang berbau ilmiah, ilmu pasti dan terlebih ilmu alam.
1 bulan awal sih memang membosankan, tapi dengan seiring waktu berjalan, lama-lama rasa bosan saya terkikis dengan adanya teman-teman yang menyenangkan dan saling berbagi, apalagi sewaktu kami mengikuti acara pelantikan. Disana saya terpilih untuk menjadi ketua Geng, eh, ketua kelompok A (karena pada waktu itu ada 2 kelompok). Kegiatan kami disiang hari ialah latihan untuk menguatkan mental kami, yakni dengan tantangan mencari pendapat dari warga sekita(padahal tempatnya jauh dari kehidupan ), alhasil, saya menggenadeng "buah saya untuk untuk memcari warga yang ada untuk menyakan beberapa pertanyaan dan tanda tangan dari mereka.
Setelah 3 jam "berpetualang" di hutan yang setengah belantara (lebay mode : on^^ ), akhirnya tim saya mendapatkan pendapat dan tanda tangan yang lebih dari cukup, namun tantangan belum berakhir sampai disitu, masih ada tantangan lain yang masih menunggu. Yakni tantangan untuk meminta pendapat dan tanda tangan dari guru-guru yang ada disekolah kami. Awalnya kami berpikir bahawa ini adalah hal yang mudah, namun ternyata kami salah, guru-guru kami justru "balik" menanyai kami dan kerap bercanda dengan kami, tapi akhirnya dengan kesabaran, kami berhasil dan keluar menjadi tim terbaik yang menyelesaikan tantangan tersebut.
Malam hari, saat kami semua tengah tertidur lelap setelah seharian menghabiskan tenaga untuk tantangan siang hari, tiba-tiba kami dibangunkan oleh para senior yang mengatakan bahwa kami masih harus menyelesaikan tantangan yang terakhir, yakni pada malam hari. Dengan berat hati kami menuruti keiginan para senior kami tersebut, namun sebagai pemimpin tim, sayameyakinkan mereka untuk tetap semangat walaupun ga mudah karena letih. Saya meyakinkan meraka bahwa untuk menjadi seorang pemenang, kita harus memberikan yang terbaik yang kita punya dan akhirnya meraka terlihat kembali bersemangat.
Malam itu mungkin menjadi malam yang terberat bagi kami, karena kami belum pernah melakukan ini sebelumnya. Saat semua tim telah berkumpul, maka senior pun memberikan instruksi dan peta yang harus kami lalui.
Akhirnya setelah melalui medan dan rintangan yang berat, akhirnya kami tiba di pos yang terakhir, namun kali ini bukan ebagai yang pertama, tapi sebagai tim yang terakhir sampai ke sana, maklum tempatnya sangat jauh dan lagi ada sitengah-tengah sawah.
Sesampainya kami disana, kami tidak mendapatkan tantangan apapun, tapi kami semua hanya disuruh untuk mengumpulkan apa saja yang telah kami dapat selama satu hari ini. Aetelah mengumpulkan semua yang telah kami dapatkan, senior yanbg paling "dituakan" datang kepada kami. Alhasil, tiba-tiba kami semua menjadi gugup. Hal ini mungkin sangat beralasan, karena bukan hanya kami yang gugup, tapi para senior yang lain pun merasakan hal yang sama seperti kami.
Setelah kami semua duduk berbaris dan telah rapih, akhirnya senior itu pun angkat suara. Dia pun memulai dengan latar belakang dan sejarah mengapa organisasi itu terbentuk, namun itu bukanlah akhir dari malam itu, karena tiba-tiba dia mengatakan bahwa ingin mengetahui alasan, mengapa kami bergabung dengan organisasi tersebut.
Hal yang yang terlintaas dibenakku ialah bahwa ini hanya pertanyan biasa yang selalu ditanyakan setiap senior kepada yuniornya,, pikirku, " ah gampang banget pertanyaannya..". Namun semua itu tiba-tiba berubah 180 derajat dari perkiraan, karena senior itu tidak hanya menanyakan alasan kami masing-masing, tapi mengomentarinya juga. Alamak pikirku.
Setelah semua anggota tim saya telah ditanyai, tibalah giliran saya untuk memberikan jawaban. 
" Ya, sekarang giliran kamu. Apa alasan kamu bergabung dengan kelompok ini?", tanya senior itu.
"Karena saya mau untuk mulai belajar berorganisasi dengan orang banyak kak..", jawabku.
"Ooo.. karena itu ya.., kalo cuma karena itu sih kamu mendingan ikut karang taruna diRT kamu saja!". Jawabnya.
" Kalian dengar ya, kalian disini itu karena kalian yang telah putuskan dan bukan orang lain, itu artinya kalian telah memutuskan untuk belajar menjadi orang dewasa dan bukan anak-anak lagi. Jadi, dengan kaliah telah memilih untuk belajar berorganisasi, berarti secara tidak sadar, kalian telah menjadi orang dewasa !", pungkasnya.
Setelah mendengarkan ceramah yang panjang lebar, kamipun diajari untuk belajar baris-berbaris untuk pelantikan kami besok pagi. Ini bukanlah hal yang muadh, karena tidak ada satupun dari antara kami yang pernah mengikuti kegiatan paskibra. Setelah selasai, kamipun dituntun untuk kembali ke tenda kami masing-masing untuk beristirahat karena besok pagi ada acara penting bagi kami, yakni acara pelantikan.
Tak terasa, haripun sudah pagi. Setalah kami selesai sarapan dan bersiap, kami semua yang berada dalam satu organisasi tersebut dituntun ke tempat dimana pelantikan akan dilaksanakan. Saat sampai disana, pembina, yang juga merupakan guru kami itupun datang. Ia menyampaikan pesan dan kesan selama membina organisasi tersebut. Setelah selesi menyampaikan pesan dan kesan, acara pelatikn pun dimulai.
Namun secara tiba-tiba, pembina kami itu pun memilih saya untuk menjadi ketua perwakilan dari seluruh anggota yang ada. Kaaget bercampur dengan rasa bangga, itulah yang saat itu saya rasakan, apalagi saat pembina kami tersebut menyematkan tanda bahwa kami semua telah menjadi anggota resmi dari organisasi tersebut yang diwakilkan oleh saya. Wahh... sungguh merupakan hal yang tidak mungkin saya bisa untuk lupakan.
Itu adalah kisah 'Pengalaman dalam Berogranisasi" yang pernah saya rasakan dan mungkin yang paling berkesan untuk saya. Semoga denbgan tukisan ini para pembca yang lainya bisa mengambil inti sari dari pengalaman saya tersebut.

Proses Pengambilan Keputusan Dalam Berorganisasi

Struktur organisasi disusun sedemikian rupa untuk menggambarkan
tingkat-tingkat keputusan yang bisa diambil oleh anggota organisasi.
Semakin
tinggi hierarki organisasi, semakin luas, penting, dan berpengaruh
keputusan
yang diambil oleh pejabat tersebut. Karena itu bisa dikatakan bahwa yang

membedakan satu tingkat karyawan dengan tingkat karyawan lain dalam
sebuah
organisasi adalah kemampuannya dalam mengambil keputusan. Kualitas
seorang
pejabat pun diukur dari bagaimana ia memutuskan sesuatu, karena memang
tugas
mereka adalah memutuskan sesuatu. Pada kenyataannya kita berjalan bukan
di
atas rencana-rencana, namun di atas keputusan-keputusan yang kita buat.

1. Apakah dalam mengambil keputusan anda mengandalkan data,
fakta, dan analisa yang mendalam serta mempertimbangkan dampak positif
maupun negatif dari keputusan anda? Menurut anda, kapankah anda
menggunakan
cara pengambilan keputusan seperti itu?

Membuat keputusan yang tepat tidaklah mudah. Bahkan mengukur ketepatan
keputusan yang kita buat tidak kalah sulitnya. Yang bisa kita lakukan
adalah
senantiasa memperbaiki keputusan yang kita buat. Terlebih lagi, setiap
keputusan selalu berhadapan dengan ketidakpastian. Meskipun dengan
memutuskan kita telah memilih memastikan suatu keadaan, namun apa yang
akan
terjadi setelah keputusan itu tidak selalu pasti kita ketahui. Karenanya

sebelum memutuskan seharusnyalah kita melakukan pertimbangan, penilaian,
dan
penelitian masak-masak atas segala hal yang berkaitan dengan hal yang
akan
kita putuskan. Cara yang paling banyak dianjurkan adalah dengan
mengumpulkan
selengkap-lengkapnya data, fakta, informasi untuk dianalisa dan
dijadikan
bahan pengambilan keputusan. Premis yang berlaku umum: keputusan yang
didasarkan pada data aktual memberikan kekuatan pada keputusan kita.
Sayangnya tidak semua data tersedia. Kalau toh ada, mungkin harganya
terlalu
mahal untuk dibayarkan. Karenanya seringkali kita harus mengambil
keputusan
tanpa data yang cukup. Untuk itu diperlukan imajinasi, belajar dari
pengalaman sendiri maupun orang lain, meminta pendapat orang lain, dan
keyakinan diri yang kuat. Ini tidaklah perlu dirisaukan, karena seberapa

banyaknya data yang kita miliki, itu tetap tidak mencukupi untuk
menjawab
apa yang tidak diketahui. Data mungkin mengurangi ketidakpastian, namun
takkan pernah bisa menghapuskannya.

2. Kapankah anda mengandalkan firasat, intuisi atau instink untuk
mengambil
keputusan? Menurut anda apakah saat itu anda sedang bersikap realitis
dalam
menghadapi persoalan?

Tidak semua keputusan mengikuti pola matematis dan memiliki alasan.
Barangkali jauh lebih banyak kita mengambil keputusan begitu saja, tanpa

perencanaan, tanpa analisa, tanpa pertimbangan. Keputusan yang diambil
semata-mata berdasarkan firasat, intuisi atau instink. Dalam hal ini
banyak
orang yang mempertanyakan keabsahan keputusan yang diambil berdasarkan
intuisi. Sebenarnya bila ditelaah lebih jauh, instuisi juga dipengaruhi
oleh
pengalaman-pengalaman masa lalu, kebiasaan-kebiasaan, keyakinan dan
keterbukaan diri, kemampuan mental subyektif dari pengambil keputusan.
Selain itu, keputusan intuitif biasanya muncul dikarenakan keterkaitan
diri
kita dengan keadaan rill yang sedang terjadi. Pertimbangan akal pikiran
dan
rasio berusaha menafsirkan situasi, tidak menggambarkan situasi yang
sesungguhnya. Sedangkan intuisi menangkap langsung situasi itu tanpa
perlu
penerjemahan dalam kata-kata. Karenanya keputusan yang intuitif bukan
selalu
berarti bersikap tidak realistis terhadap kenyataan.

3. Apakah anda berani menghadapi resiko dari keputusan anda?
Termasuk resiko dicemooh atas keputusan anda?

Dalam setiap keadaan setidaknya selalu ada dua keputusan yang diambil:
mengambil keputusan atau tidak. Mengambil keputusan berarti menantang
resiko
sekaligus memastikan harapan. Sedangkan tidak mengambil keputusan
berarti
memupuskan harapan, juga memunculkan resiko. Jadi tak ada resiko yang
lenyap
begitu saja dibalik ketidakmauan kita mengambil keputusan. Keputusan
berarti
memutuskan dari keragu-raguan dengan keyakinan untuk mencapai sebuah
kepastian.

4. Menurut anda, apakah anda adalah seorang yang kreatif?

Setiap keadaan selalu unik. Tak ada persoalan yang sama persis. Selalu
saja
ada variasi dan tantangan baru. Dengan demikian setiap keadaan menuntut
pemecahan dan pengambilan keputusan yang unik untuk keadaan tersebut.
Pengalaman adalah bekal yang baik. Data masa lalu menjadi dasar valid
dari
keputusan anda. Intuisi menuntun anda memahami situasi yang sebenarnya.
Namun yang dibutuhkan oleh setiap persoalan adalah sebuah keputusan yang

kreatif. Kita perlu mengembangkan pola pandang yang kreatif, melampaui
data,
fakta dan pengalaman. Juga mengembangkan kekuatan mental agar dapat
memahami
kondisi unik yang muncul di setiap persoalan. Memutuskan secara
kreatifitas
berarti bersedia menghancurkan hambatan-hambatan yang disajikan oleh
data
dan pengalaman, membongkar prosedur yang telah ditetapkan, menemukan
keberanian besar untuk menanggung resiko serta mengembangkan kekuatan
mental
yang kuat. Itu berarti kita harus berusaha keras memahami persoalan
serta
menyediakan jiwa yang bebas dari kepentingan pribadi untuk memecahkan
masalah. Hambatan terbesar kita adalah ego.

5. Apakah anda bersedia menanggung semua tanggung jawab penuh
atas keputusan anda? Apakah arti kemandirian bagi anda?

Kesulitan dalam mengambil keputusan adalah ketidakmampuan kita untuk
memikul
secara penuh tanggung jawab atas keputusan tersebut. Mengambil keputusan

bukanlah akhir dari segala pekerjaan kita. Setelah keputusan diambil
kita
harus mempertanggungjawabkannya. Di saat kita berkata bertanggung jawab
penuh atas keputusan yang kita ambil, di saat itulah kita menemukan apa
arti
kemandirian dan kebebasan diri dalam bertindak. Kecemasan, ketakutan,
kekhawatiran yang muncul biasanya terkait erat dengan kepentingan ego
atas
keputusan kita. Karenanya, bersedia mengambil keputusan lalu bertanggung

jawab penuh serta menemukan kemandirian yang hakiki, adalah rangkaian
dari
sebuah perjalanan mengatasi ego kita.

KEGIATAN ALTERNATIF

Kunci pengambilan keputusan adalah tanggung jawab anda. Oleh karena itu
di
saat mengambil keputusan semestinya anda mempertanyakan kemampuan anda
mempertanggungjawabkannya. Kegiatan itu mengajak anda untuk menelaah hal

tersebut.

1. Anda bertugas untuk membeli sesuatu. Ada dua pemasok yang menawarkan
barang serupa. Pemasok satu menawarkan barang dengan kualitas tinggi
dengan
harga mahal. Sedangkan barang yang ditawarkan pemasok dua sedikit lebih
rendah kualitasnya dan murah. Manakah yang anda pilih? Mengapa? Tahukah
anda
kepada siapa anda harus mempertanggung jawabkan keputusan anda?

2. Anda bertugas merekrut seorang karyawan. Ada dua karyawan yang harus
anda
pilih seorang. Keduanya sama-sama memiliki latar belakang dan pendidikan

yang sama. Keduanya memeragakan sikap dan kepribadian yang sama
menariknya.
Manakah yang anda pilih? Mengapa? Tahukah anda kepada siapa anda kelak
mempertanggung jawabkan keputusan anda?

3. Anda ditawari sebuah pekerjaan baru yang sesuai dengan minat,
keinginan
dan cita-cita anda, namun gajinya lebih kecil dibanding yang anda terima

sekarang. Selain itu tempat kerjanya lebih jauh sehingga anda harus
mengeluarkan biaya lebih. Karena anda sudah lama menginginkan pekerjaan
itu,
anda terima tawaran itu. Menurut anda mengapa anda memilih pindah?

4. Dari ketiga pertanyaan di atas, apakah anda bisa mengetahui mana
keputusan yang berdasarkan analisa fakta, data dan pengalaman? Mana yang

menggunakan intuisi? Mana juga yang menggunakan kreativitas anda?

5. Dari ketiga pertanyaan di atas, apakah anda bisa merasakan kepada
siapa
anda mempertanggung-jawabkan keputusan anda? Manakah yang paling membuat

anda merasa begitu penuh tanggung jawab atas diri anda sendiri?

Semua dari kita selalu memutuskan sesuatu dan melakukan perbedaan karena

keputusan tersebut. Keputusan adalah pisau yang memutuskan kita dari
keraguan dan kecemasan.

Cara Pandang Organisasi Sistem Sosial

Pengetahuan berbeda dengan Ilmu pengetahuan. Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu.  Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Contoh: mbah Marijan yang berdasarkan pengetahuannya, dia tahu bahwa gunung Merapi akan segera meletus, untuk itu ia menyuruh agar warga segera mengungsi. Ia menentang semua pendapat para scientis bahkan sultannya.
Sementara itu ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis.Ilmu pengetahuan merupakan suatu sudut pandang atau cara pandang terhadap kenyataan.
Ilmu pengetahuan terbagi menjadi 2, yaitu:
1.       Ilmu pengetahuan social , obyek yang dipelajari adalah tentang realitas social, gejala social, serta aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungannya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.
2.       Ilmu pengetahuan alam, obyek dan dipelajari adalah gejala alam, realitas fisik.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.
Sosiologi berasal dari bahasa latin: socius—kawan, teman dan logos—ilmu pengetahuan.
Sosiologi merupakan salah satu cara pandang dalam pengetahuan social. Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami keadaan social manusia dengan memusatkan perhatian pada masyarakat, organisasi social, kelembagaan, interaksi dan masalah social. (Charon, 1980).
Manusia menjadi social melalui 4 cara (Charon, 1980):
1.       Manusia adalah makhluk tersosialisasiàmanusia saling berhubungan dengan manusia lain
2.       Manusia adalah actor socialàmanusia berlakon bagi sesamanya dan bisa mempengaruhi komunitasnya. Contoh: obama sebagai presiden; ayah-ibu.
3.       Manusia membentuk pola-pola social; contoh: group, organisasi; ketika ada orang yang meninggal di desa, ada pembagian siapa yang memandikan, siapa yang mengkafankan, menshalatkan, dll.
4.       Individu-individu manusia tergantung satu sama lain untuk dapat bertahan

Organisasi Sebagai Sistem Sosial

Perilaku organisasi adalah telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang bertindak di dalam organisasi. Dengan demikian dalam kaitannya dengan organisasi sebagai sistem sosial maka kajian perilaku organisasi mencakup berbagai aspek seperti : publik, bisnis, sosial dll.
Begitupula dengan organisasi, organisasi akan berjalan dengan baik jika diatur dengan sistem yang baik sehingga cakupan sosial didalamnya dapat bekerja sesuai pakem yang telah diatur dalam suatu sistem.  Cakupan social yang dimaksud adalah pekerjaan, komunikasi serta koordinasi yang dilakukan dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan bersama.
Faktor faktor Organisasi antara lain (menurut John Willey)
-       Manusia
-      Teknologi yang digunakan
-      Tugas/ ker
-      Budaya organisasi
Manusia merupakan salah satu factor penting dalam organisasi. Manusia itu sendiri merupakan makhluk social. Dan dalam organisasi manusia bekerja tidak sendiri, maka manusia melakukan komunikasi serta koordinasi dalam bekerja. Dengan demikian aspek social tidak dapat dipisahkan dari organisasi.

Cara Menyelesaikan Konflik Dalam Berorganisasi

Jika konflik semakin berat karena lama terpendam maka penting bagi perusahaan untuk menemukan konflik atau sumbernya sedini mungkin. Permasalahan atau konflik yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan dapat diatasi dengan komunikasi. Komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan dengan system yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara atasan dan bawahan tidak lancar maka bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mogok kerja, bahkan demo. Pemimpin harus dapat membuat keputusan yang terbaik dan efektif guna menyelesaikan permasalahan yang ada. Sehingga untuk mensiasati masalah ini biasa dilakukan dengan berbagai cara:
1. Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi. Misalnya, dengan membuat papan pengumungan atau pengumuman.
2. Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancar dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di lapangan.
3. Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi.
4. Observasi langsung. Tidak semua konflik disuarakan oleh para karyawan. Karena itu ketajaman observasi dari pimpinan akan bisa mengetahui ada tidaknya suatu (sumber) konflik.
5. Kotak Saran. Cara semacam ini banyak digunakan oleh perusahaan atau lembaga-lembaga lain. Cara ini efektif karena para pengadu tidak perlu bertatap muka dengan pimpinan. Bahkan bisa merahasiakan identitasnya.

Konflik tidak bisa dihindari tetapi dapat diatasi! Untuk dapat mengatasi konflik maka seorang pemimpin perlu memiliki kreativitas dalam mencari pemecahaan dari suatu masalah. Contoh kasus yaitu dalam rapat mingguan sebuah perusahaan pastilah masing-masing individu memiliki argumen dan pendapat yang berbeda-beda. Perbedaan pendapat tersebut terkadang dapat memicu adanya suatu perdebatan yang apabila dibiarkan dapat berujung pada konflik. Dan tentunya hal ini dapat menghambat lahirnya suatu keputusan bersama. Untuk itu pimpinan perusahaan atau pimpinan rapat harus bersikap bijak dalam menyelesaikan konflik tersebut. Cara-cara yang dpat dilakukan antara lain yaitu :
a. Memanggil karyawan yang terlibat untuk diberikan arahan. Seorang pemimpin harus berhasil mengeluarkan masalah-masalah yang membuat konfklik yang terjadi pada karyawan tersebut, untuk dicarikan solusinya melalui musyawarah bersama.
b. Melakukan evaluasi terhadap berbagai kemajuan atau kemunduran yang diperoleh. Dengan memperlihatkan bahwa dengan konflik telah merugikan TIM secara menyeluruh.
c. Membuat peraturan bersama dengan karyawan agar ketika konflik yang mengacu pada dampak negatif sehingga mengakibatkan hancurnya organisasi tersebut, maka bisa dipertanggung jawabkan oleh pihak yang terlibat karena adanya peraturan yang sudah disepakati bersama.

Tipe Bentuk Dan Sturktur Organisasi

Organisasi
1)     Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada.
2)     Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Unsur-unsur
Menurut keith davis ada tiga unsur penting partisipasi:
  1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
  2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
  3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan 
Macam-macam Bentuk 
Ada tiga macam bentuk organisasi dalam suatu perusahaan, yakni; organisasi garis / lini, organisasi garis dan staff, organisasi staff dan fungsional. Dimana ketiga bentuk organisasi ini memiliki perbedaan kelebihan dan kekurangan dalam proses kerja dan sistem-nya.

- Organisasi garis
Suatu organisasi yang dimana jumlah karyawannya masih sedikit dan belum memiliki keahlian yang tinggi, dimiliki oleh suatu perusahaan yang masih kecil. Perusahaan ini memiliki organisasi garis. Dimana dalam organisasi ini mampu menimbulkan rasa solidaritas yang tinggi antar karyawannya. Karena didukung faktor minim-nya jumlah karyawan yang dimiliki. Dalam perusahaan ini proses pengambilan keputusan dilakukan hanya satu orang. Tanpa adanya proses perundingan atau negosiasi terlebih dahulu dengan karyawan yang lainnya. Dengan hanya memiliki satu pemimpin dapat menimbulkan sikap kepemimpinan yang meninggi terhadap bawahannya.

- organisasi garis dan staff
organisasi dimana dibutuhkan adanya staff atau karyawan dalam proses penanganan dalam perusahaan yang bersangkutan. Organisasi ini dibutuhkan pada perusahaan yang besar karena memiliki bidang tenaga kerja yang banyak. Kelebihannya adalah pengambilan kepurusan dapat diambil dengan tepat karena adanya perumusan dari manajemen yang ahli dalam bidangnya. Kelemahan dari organisasi ini adalah rasa solidaritas antar bawahan sulit terjalin dengan baik (tidak saling kenal) karena banyaknya karyawan dan kesibukkan yang melanda.

- Organisasi staff dan fungsional
Penyatuan dari organisasi staff dan fungsional, dalam organisasi ini dapat dilakukan perumusan tujuan yang jelas untuk menangani masalah dalam perusahaan. Pembagian kerja yang profesional berdasarkan bidangnya.

Struktur organisasi
• Salah satu faktor penting yang harus
diperhatikan dalam merancang struktur
organisasi adalah seberapa jauh kebutuhan
untuk melakukan diferensiasi dan integrasi.
• Diferensiasi dibedakan menjadi:
– Horisontal (pembagian kerja didasarkan pada
spesialisasi)
– Vertikal (pembagian kerja didasarkan pada hirarkhi,
otoritas, atau rantai komando).
– Spasial (pembagian pekerjaan didasarkan pada
"http://agungrastafun.blogspot.com" "http://https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiarfXe_6olYygTlvdNvfGVDx6ULz0DNPSYoNlDlrx_L9_cnFdDkJLSD-PxQBRGSQRW7hPB1NcCtrrEub0wQCEqtOanCnz-2vmxH_k_0ljNJoY8FHY30Bp-kO6GiKjkoHSv75qtSu2XBShD/s1600/joget.gif"